Seusai mandi dan mengenakan pakaian aku keluar dari kamar mandi. Desi porn “Rugi!”, jawabku singkat dengan bergurau tanpa kupikir akibatnya. Karena tak sabar lagi menahan keinginan untuk menikmati rangsangan yang lebih dari gesekkan tempurung kakiku pada daerah kemaluannya yang masih dibalut celana dalam, ia menegakkan badannya kembali. “Tok, katamu kamu belum pernah punya pacar, benarkah?”, tanyanya yang langsung kujawab dengan anggukan sambil meniup kopi panasku agar agak dingin. Selesai mengemasi semua berkas dan catatan, kucoba berdiri dan memutar-mutar kepala untuk melemaskan otot leher dan punggung. “Nggak apa-apa Mbak, cuma mikir kerjaan besok”, jawabku santai. “Kamu sudah makan Tok? gitu ya, jangan harap aku mau membatumu lagi ya”, katanya dengan nada bergurau. Berbaring nyaman, tubuh Iswani mulai bergoyang seirama dengan gerakanku. “Memangnya kamu sudah kenal, Tok?”, tanyanya. Di teras kamar aku melakukan stretching selama beberapa menit.




















