Terlihat kemaluannya tegak seolah menantangku. Desi XXX Segera saja dia memelorotkan celanaku. “Deni, kamu ngapain?” terdengar suara Tante Ida, ibu kost-ku, “Tidur ya?”
“Oh, enggak kok Tante”, jawabku sambil membuka pintu kamar. Kali ini Aryo berada di atasku. “Oke, makasih. Aryo memegang kedua pipiku, dan wajah kami sangat dekat saling berhadapan. Aku dan Aryo mengantarnya hingga ke Stasiun Tugu. Kami berdua terengah-engah setelah pertandingan itu. “Tapi besok aja, kamu kan malem ini harus belajar.”
“Yahh, Mas Deni..”
“Udah besok aja”, kataku. “Bukan, ah kamu ini, Den. “Aneh banget nih posisinya?” kataku meledek mereka. Kok ngeliatin Aryo aneh gitu?”
Aku tersenyum, “Nggak, Mas Deni pikir setelah diliatin lama-lama kamu kok nggak mirip ama mama papa kamu.. “Eh, Mas Den, tadi temen Mas nelpon, namanya Reza.”
“Oh ya? Kebetulan, pikirku. “Iya nih, kok ada brondong nyasar”, timpal DJ. “Bukan, ah kamu ini, Den. “Lho, kok jadi marah?” tanya DJ. Aku terburu-buru ke kamar mandi. “Lho, kok jadi marah?” tanya DJ. Sejak kejadian itu, Aryo semakin dekat dengan saya dan kamipun sering mengulangi perbuatan yang pernah kami lakukan itu.,,,,,,,,,,,,,,,,




















