Katanya lagi, komentar-komentar saya sering mengejutkannya, dan membuatnya tidak bisa berhenti untuk tertawa. Revy butuh hidup yang nyata, Ryo. Desi porn “Revy…?”, balasku tertegun, tidak mempercayai kehadirannya di hadapanku kini. Busyet…bosku ini pakai baterai apa yah, kok ngomelnya tahan banget dari tadi, pikirku sambil setengah mati menahan mata agar tidak terpejam. Waktu merambat perlahan, sampai akhirnya saya menyerah dan memutuskan untuk menceritakan yang sebenarnya. Sunyi senyap gelap, hanya desahan nafas kami berdua yang sedang dihanyutkan cinta. “Yes Ryo, cum inside honey…”, balasnya lirih. Haruskah saya bersenang-senang di atas segala resiko kehancuran orang lain, bahkan yang notabene adalah orang-orang terdekatku? Saya tidak akan pernah bisa kehilangannya sehingga jika saya tidak dapat memilikinya lebih dari sekedar teman, biarlah saya memilikinya sebagai seorang sahabat. Sebagai wanita di usiamu, kamu memang wajar menuntut itu. Makin kurekatkan persetubuhan ini saat kurasakan Revy mulai mendekati puncak keduanya. Setelah memasukkan amplop (yang saya yakin isinya cuma senilai kwaci bagi pasangan tersebut), mengisi daftar hadir dan mengambil souvenir yang dengan ramah diberikan oleh penerima tamu (pretty enough, but not my type), saya menyusuri elevator yang menuju ke



















