Tampak celana dalam warna hitam yang menutupi gundukan. Desi porn “Nggak papa kok, biar akrab. “sudah mbakkk…, geli aku..” sambil tanganku berusaha melepas kepala Dewi dari burungku. Huuuuuhhhhh, sambil sesekali terasa gigitan-gigitan kecil yang sering bikin aku kaget. “Ohhhh…, Wii.., Dewiii.., sudahhhh…, sudahhh, aku nggak tahannnnn” aku menceracau sejadi-jadinya. Ohh.., seorang polwan yang manis pikirku. Aku masih bingung nih..” Lalu Dewi berbalik dan posisi merangkak, kedua pahanya direnggangkan sehingga memeknya sedikit tampak membuka. Wajahnya betul-betul rapat dengan wajahku, bikin aku gelagepan.“Belum mbak, pacar aja gak punya, ciuman juga belum pernah…” jawabku jujur. Tak lama kemudian, cd ku dilorotkan sebatas lutut juga.“Mas, burungnya lumayan besar ya.. Tapi lagi ruwet nihh…, dia kecantol ama temen kerjanya, ini aku lagi ngurus cerai” katanya sambil sedikit serak. “Mau ganti gaya ya mas?? Anjrriiiiittttt……, aku gak bisa ngomong apa-apa. “Okey mas, makasih”Beberapa menit sambil browsing aku curi-curi lihat ke mbak polwan tadi. “Ehmm.., makasih ya. Dewi mendesah-ndesah keenakan. Sekalian belajar”
“Emang mbak Dewi rumahnya dimana?”
“Di perumahan ****, yahh agak jauh sih. (nanya nya mulai gak konsen gara-gara senyuman tadi)”
“Udah, nikah sih udah satu tahun.




















