Dalam terang kulihat Tante Ratih tersenyum disampingku. Dan jadi bahan gunjingan ibu-ibu antar tetangga.Oh ya mungkin ada yang bertanya mengapa kok soal punya pacar atau tidak punya pacar saja begitu penting. Desi XXX GOL! “Belum Tante, bahkan melihat celana dalam perempuanpun baru sekali.” Wah berani sekali aku. “Dit”, bisiknya. Tapi jangan dibilangin siapapun.”
Aku diam agak lama.“Takutnya nanti bilah saya tidak mau kendor Tante”. “Nanggelin celana dalam Tante?”
“Iya. Karena itu dia sering bepergian. Ya itulah. Berdekatan dengan mereka aku gugup, mulutku terkatup gagu dan nafasku sesak. Kerjasama Tante membantu aku. Aku juga nekad mencoba kalau mereka main catur di rumah Tante Ratih. Dan pertempuran sengit dan panas itu berlanjut lima lalu sepuluh menit lagi. Kupandang Tante Ratih yang tergolek miring disampingku. “Dimana Tante?”, aku mendekat meraba-raba dalam gelap ke arah dia. Tapi mana aku mau?




















