“Mbak yakin mau ngelakuin ini”?tanyaku. Bokep indo “Jangan duduk di lantai mbak, dikursi aja, saya jadi gak enak” aku mengawali bicara. Permainan kami berjalan cepat, kekagetan tadi itu meningkatkan selera, bunyi gesekan kemaluan kami mengiringi. Mbak Juminten keluar kamar berbagai menit kemudian. Nafasku memburu, yg keluar dari mulutku hanyalah desahan penuh nafsu angkara murka. Sebagian kemeja serta celanaku telah basah kuyup. Aku menatap pemandangan luar dari jendela. Ada terbersit dalam hati untuk melamarnya sebuahhari nanti, biarlah waktu yg menentukan akhirnya. ” Jangan den..dosa….”Jawabnya ketakutan. “Monggo den..”
“Apa yg mbak rasa waktu itu,..mm..waktu di kamar..” kalimatku makin menjebak. Perempuan bodoh, seruku dalam hati. “Mbak..gak butuh takut..mbak dapat minta apa aja dari saya..” Ujarku sambil menatap kedua matanya lekat2. Aku memaksa kedua paha sekel itu terbuka, dirinya tetap berusaha menutupnya rapat. Aku juga makin tidak jarang menghabiskan waktu di luar bersama kawan2 di akhir pekan. “Iya den, ngomong aja..”Jawabnya. “Apa aja..” Waduh, kata2 itu sangat menggelitik benakku. Mbak Juminten orisinil Solo, dirinya menikah serta ikut suami yang bekerja di perkebunan ini.




















