Winda sempat bertanya tentang keluarga Johan. Dan kembali dalam perjalanan menuju Padangpanjang Johan meminta Winda melepas penutup kepalanya ” Win uda taragak mancaliak rambuik Winda, salamo iko uda alun pernah mancaliaknyo, sabanta sajonyo, kan hanyo diateh oto iko, ndak ado do nan ka maliek (Win..abang ingin melihat rambut Winda… selama ini abang belum pernah lihat, sebentar aja Win, kan hanya di atas truk ini, tidak ada yang akan lihat)” katanya. Bokep Hingga sampailah saat Winda pulang dengannya untuk kesekian kali, ia berusaha memegang jemari tangannya. Setelah makan saat itu mereka duduk berhadapan, masih di dalam rumah itu. Namun Winda juga merasakan dorongan yang jauh lebih besar untuk membiarkan itu terjadi. dibantu oleh kedua kaki Winda yang membuka memberikan jalan, Winda hanya bisa menatap mata Johan.., menggeliat bak cacing kepanasan dan merintih… “Ohh………”.




















