Waktu kukatakan jika dia diizinkan merokok supaya dapat lebih enjoy bicara, baru ia berani ambil sebatang Marlboro yang kusodorkan.Waktu kutanyakan apakah ia berkeberatan bila saya ajukan pertanyaan beberapa hal yang berbentuk pribadi, ia selekasnya menggelengkan kepalanya tanda tidak keberatan. Bokep asia “Maksud saya, apakah hanya sebatas omong-omong, atau mungkin dengan aksi tindakan beda?”
Laras terdiam dan hanya tersenyum mendengar pertanyaanku yang mulai terukur itu.“Sebagai seseorang sekretaris, Laras mesti dapat menaruh rahasia perusahaan dengan maksimum, jadi untuk Bapak, bila Laras dapat berkata jujur tentang diri Laras, bermakna juga Laras dapat diakui untuk memegang rahasia perusahaan.”Mendengar itu Laras baru berani menjawab, “Ya terkadang omong-omong, terkadang juga yang lain Pak.”
“Yang yang lain bagaimana?” kejarku, Laras tidak menjawab namun hanya tersenyum saja. Sari melihat semuanya dengan muka merah padam, tak tahu sebab malu atau sebab nafsunya yang sudah naik.Sari diam saja sewaktu Dessy duduk di atas meja kerja menyaksikan saya sedang mendekati Sari. Dengan penuh hangat ia menjabat tanganku dan duduk di depanku sembari menyerahkan berkas wawancara dari staffku terlebih dulu.Kubaca namanya yakni Laras.




















