“Ke rumah…?”, tanyaku memastikan. Bokep China Tapi Linda tampaknya juga tidak peduli. “Cinta…?” aku mendesis tidak mengerti.Entah kenapa Linda tersenyum. Apa saja yang aku inginkan, pasti dikabulkan. Tapi aku disambut Linda yang memakai baju seperti mau pergi ke pesta saja. Waktu itu aku benar-benar bodoh dan tidak tahu apa-apa. Dan juga anak bungsu. “Okh…?!”. “Iya, Tante. Tapi aku tidak peduli dengan paha yang indah padat dan putih terbuka cukup lebar itu. Seperti ada denyutan yang hangat.Tapi aku tidak tahu dan sama sekali tidak merasakan apa-apa meskipun Linda menekan dadanya cukup kuat ke dadaku. Saat itu pandangan mataku jadi nanar dan berkunang-kunang. Memang tingkahku tidak ubahnya seorang anak balita.Tangisanku baru berhenti setelah Ayah berjanji akan membelikanku motor. Tapi Linda tidak manja dan bisa mandiri. Tapi Linda malah membalasnya dengan sinar mata yang saat itu sangat sulit kuartikan.“Kenapa kau menciumku..?” tanyaku polos. “Jangan lupa jam tujuh malam, ya..” kata Tante Maya mengingatkan. “Tapi apa nanti Mama dan Papa kamu tidak marah, Lin?”, tanyaku masih tetap tidak mengerti keinginannya.Linda tidak menyahuti, malah berdiri dan menarik tanganku.


















