Kurasakantangannya mulai naik merangkul leherku, semakin lama makin erat pegangannya.Kuturunkan bibirku ke arah leher jenjangnya, kuciumi dengan nafsu yangsedikit kupendam sehingga tak meluap begitu saja.Tiba-tiba kepalanya terdongak, dan kali itulah aku melihat seorang wanitamenggelinjang.. indah sekali, tangannya yang mengejang menambah erat pelukandi leherku. Desi XXX Tak satupun kendaraanterparkir di sana. “Nduk.., (begitu panggilan sayangku padanya) kayaknya mau hujan nih..”. Kuusap pipinyadengan beribu kata di hati. Singkat cerita, kayaknya kok tidak nyaman kissing di ruang tamu,lalu kita sepakat untuk jalan-jalan saja.Tepat pukul sepuluh, setelah sedikit berbasa-basi dengan mamanya, kita pergimenuju ke pinggiran kota. Aku buka ritsluitingnya, kudorongsedikit duduknya sehingga posisinya agak kupangku, kumasukkan tangan kiriku kedalam celananya, kumainkan jariku sedapat-dapatnya. Gendhuk diam saja, Untuk beberapa saat dia memandangi mukaku yang hancurseperti si Komar 4 sekawan itu. Dan apa yang kami rasakan pastilahbisa kalian bayangkan saudara-saudaraku…Tak berapa lama kemudian, kami putuskan untuk tidak langsung pulang ke rumah,kepalang tanggung, jam sudah menunjuk angka dua. Lalu dia tersenyum.




















