Ibu Tiri Merah Rambut Mengajari Putri Tirinya Yang Juga Merah Rambut

Waktu itu jarum jam menunjukkan pukul 22. tanyanya.“Ya dingin sahutku pula, gimana? Bokep Win, cantik sekali kau malam ini” rayuku pula.Tanganku selanjutnya menelusuri tubuh dibalik jaketnya yang tebal. Cerita ini terjadi ketika saya ditugaskan untuk mengikuti kearsipan yang diadakan oleh Group Perusahaan saya. Tercium, bau parfum yang wangi dari tubuhnya. hangat kan? 00 WIB.“Win, belum ngantukkan?” tanyaku.“Belum Om, ada apa?” Winny balas bertanya.“Yuk, kita jalan-jalan ke gardu pandang!” ajakku.“Siapa aja yang akan kesana Om?” tanyaknya lagi.“Aku nggak tahu, aku hanya ajak kamu jalan-jalan malam ini, kan besok malam Minggu diberi kesempatan pulang ke rumah masing-masing, jadi ini kesempatan malam terakhir minggu pertama untuk jalan-jalan. Om, terus-terusin Om.., Om.. Aku hanya memejamkan mata keenakan.“Enak Om?” tanyanya.Aku hanya mengangguk, mulut rasanya sulit berkata karena hampir tak percaya kejadian yang baru saja tadi. Tanganku berhenti sebentar dibukitnya yang kenyal, kemudian mulai kuremas-remas dengan kedua tanganku dari arah belakang. Walaupun kami dalam satu group perusahaan, namun karena jarang bertemu, terlebih yang dari luar kota, ya kebanyakan dari kami belum saling kenal, hanya satu dua orang saja yang sudah saling kenal.Hari pertama kursus

Ibu Tiri Merah Rambut Mengajari Putri Tirinya Yang Juga Merah Rambut

Related videos