Memang sebenarnya kepingin sih kalau aku gituan sama mbak Ratih. XXX Hindi “Boleh masuk?”, tanyaku. Lama-lama rasa sakit itu sudah hilang, mbak Ratih pun hanya bisa bilang ah dan uh saja. Aku lalu bangun. “Apa nih?”, tanyanya. Lama menunggu, akhirnya sudah jam 12 malam. Ia mengangguk. Ia jilati sisa-sisa sperma yang nempel di penisku. Aku sudah ndak tahan lagi nih. “Mulai sekarang mbak kalau aku panggil patuh pada perintahku, mengerti?”
Mbak Ratih mengangguk. “Baru pertama ya den?”, tanyanya. Ia ternyata sudah tertidur. Aku dorong selaput daranya hingga robeklah dia. Dan aku bisa melihat tonjolan bongkahan yang padat dari kedua bra-nya. Ia memejamkan mata, mungkin kelelahan karena aksiku tadi. “Aden…!”, panggilnya. Aku lalu menyentuhnya, kuremas dan kutekan putingnya itu. Aku lalu bergelirnya ke perutnya, kuciumi pusarnya, lalu aku tatap wajahnya. Dan di kota ia mencari penghidupan yang layak.




















