“Jay, pinjam kamarnya.”
Jay hanya tersenyum, matanya masih terpejam. Dan hanya satu gadis untukmu. Desi porn Aku mengenalnya sejak pertama kali kuliah. Beginikah perasaanmu sesungguhnya? Entahlah, itu urusan wanita. “Chie sudah tidur.”
Kupalingkan wajahku, menatap Jay yang sudah duduk di sebelahku. Masih tetap larut dalam kesedihannya. “Maaf, Ray.”
“Hanya maaf?” Gertakku sambil mengguncang kerah bajunya. “Aku ingin bercinta denganmu, Ray.”
“Jangan, Chie!”
Kupegangi kedua pundaknya, menjauhkan kepalanya. Dan karena itu pulalah aku tidak menghajarnya, walaupun itu adalah tujuanku sejak semula. Dari sudut mataku, kulihat gadis itu meringkuk di jok belakang. Berteriak-teriak protes di sisi kupingku, karena menurutnya, seandainya saja saat itu tidak ada rencana yang sudah terbentuk, ia pasti sudah melayangkan bogem mentahnya ke rahangku. Chie memiliki seorang anak dan anak itu bernama depan Ray. “Ray…”
Ah! Itukah sebabnya kamu diam saja mendengar selorohanku tempo hari? Dan itulah yang membuatku tertawa.




















