“Uuuhh…, aahh…, ooohh, mm…,
aah…, saya juga mau keluar Bu, ooohh…, dokter Miranti sayaang,
ooohh…, mm…, enaakk sekali, ooohh…, ooohh, dokter sayang,
ooohh…, dokter cantik, ooohh…, enaakk…, dokter dokter sayang,
ooohh…, vagina dokter juga nikmat sekali, oooh”, teriak Edo juga. Sejenak ia kemudian berdiri dan
melangkah keluar kamar tidur itu menuju sebuah ruangan kecil di samping
kamar tidurnya, ia menyalakan lampu dan langsung menuju tumpukan obat
yang memenuhi sebagian ruangan yang mirip apotik keluarga. Bokep Ia hanya bisa
meremas-remas sendiri payudaranya yang besar itu sambil sesekali
menarik kecil rambut Edo. Toh saya sudah lupa sama dia, buat apa cari pacar atau istri yang mata duitan”. Kemaluan
Edo yang besar dan panjang itu kini tegak berdiri bagai roket yang siap
meluncur ke angkasa. “Masa
sih aku harus mengalah terus, kalau bangsat itu bisa berselingkuh
kenapa aku tidak”, benaknya sambil menatap dirinya sendiri di cermin
itu. Baru pertama kali ini ia melihat
ada kemaluan sebesar itu, panjang dan keras sekali. Di
sana ia membuka beberapa buku, namun bebarapa lamanya kemudian wanita
itu kembali beranjak menuju kamar tidurnya. Ia berjalan dengan cepat menuju toilet di samping hall tempat
seminar. Kamu nggak mimpi, ini aku, Dokter Miranti yang kamu kagumi”.




















