“Nama yang bagus…”, lanjutnya lalu menciumi pipiku.Pria lain yang memegangiku mulai bersorak, “Amoy yang ini cantik bagai artis…”, kata mereka sambil meraba-raba tubuhku. “Jangan mas…”, pintaku, namun mereka tidak menghiraukan. Video Bokep Aku menjadi takut dengan ancamannya, sepertinya dia tidak main-main, apalagi kemarin-kemarin dia sudah berani menculik Chelsea.***Ku bangkit dan berpakaian yang rapi, mencoba melangkah walau pun sedikit lemah. Sesekali mereka mencubit putingku. Sedangkan mulutku sudah sedikit aman, semua pria sudah ku sepong, mereka sudah puas. Kemudian ia membelai rambutku yang hitam nan panjang, “Alex bilang namamu Madona ya?”, tanyanya, lalu mendekatkan wajahnya ke wajahku. Geli rasanya, mereka menggunakan jari-jarinya untuk menyentuh vaginaku. “Iya pa”, jawab Chelsea polos.Herman lalu mencium kening anak kami, Chelsea. Kepalaku pusing, aku tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti permintaan mereka. Para pria itu segera membuka pakaian mereka. Ada empat wanita cantik berpakaian seksi duduk di sana, dinding ruangan itu dari kaca, aku di suruh duduk di sana bersama para gadis itu.




















