“Minta dong”. Segera aku menggandengnya ke basement dan meluncurlah mobilku mengarah ke* kerumahku. Bokep China mas..nakal!” serunya.Dia si jablay juga* semakin tidak karuan, diremasnya kontolku yang telah* keras sekali dari luar CDku. “Namanya siapa sih”.“Aku Sintia, bapak?” “aku melafalkan* namaku, tidak boleh* panggil bapak lah, formal amat”. Sstt..” erangnya keenakan. aku telah* enggak tahan, udah pengen dimasukkin”, pintanya. aku tertawa mendengar candanya. “Telanjang ja, repot amat si”. Segera pentilnya menjadi keras. Segera pentilnya menjadi keras. Kemudian giliran itilnya mendapat giliran kukulum dan kulumat dengan mulut. Dia menyuapi anak tersebut* dengan nasi yang dibaur* dengan sop, sebab* sopnya masi panas, ditiupnya sebentar sebelum disuapkan ke anak itu.Si anak kelakuannya manis banget, gak bawel* maksudku. “Sambil kemudian* ja mas, debat cawapres pun* ngikuti seraya* lalu”.“Terus komentar kamu?” “Sayangnya Capres 3 gak bekerjasama* dengan cawapres 1, kalo gak kan setanding dengan calon ke 2 dan pilpresnya dapat* 1 putaran kan”.




















