Yang terdengar hanya suara mesin diesel truk yang cukup berisik. Ia memandangi temannya dengan wajah seperti memohon. XXX Hindi Uh, seram juga. Sudah sampai?, Belum! Wi.. Ia melepaskan kaus oblong yang dikenakan Alfa. Kami masih harus berjalan kaki lagi beberapa jauh melalui jalan setapak untuk mencapai tempat di mana kami akan mendirikan tenda-tenda kami.Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam saat kami memasuki areal perkemahan. Mereka berdua adalah anggota seksi P3K. Sementara tangannya mulai meremas-remas dua tonjolan bulat yang ada di dada Alfa. Sekarang kamu diam aja yah!”, kata Alfa sedikit melotot.Alfa mendekatkan penis saya ke mulutnya. Dengan tubuh sedikit letih akibat perjalanan yang cukup jauh, kami pun mendirikan tenda masing-masing dengan bimbingan beberapa orang panitia. Sementara tangan kirinya menelusuri selangkangan Pratiwi. Saya tidak menjawab, hanya mengangguk saja.Lima menit lamanya kami terdiam. Briefing inilah satu-satunya acara yang diadakan pada hari pertama itu.Tengah mengikuti briefing, tiba-tiba saya merasa ingin pipis. Tapi Alfa dan Pratiwi malah mendekati dan melompat turun ke tempat persembunyian saya yang letaknya sedikit di bawah areal perkemahan itu. “Eh, Oom Senang. Dinginnya udara malam yang menusuk kulit paha




















