“Wah, akhirnya ya…”, singgung mamanya, memang sejak Karen lulus sekolah, mamanya juga risih karena Karen cuma bisa malas-malasan di rumah, bukannya bantu orang tua bersih-bersih, namun Karen hanya tidur-tiduran dan nonton televisi saja.Karen sangat senang, ia tertidur pulas di kamarnya dengan belanjaan yang belum ia periksa ketika sampai di rumah. Payudara mangkel Karen kini penuh cupangan kemerahan. Bokep “Mantap palak lu”, potong Florensia. Semua masalah besar itu seolah menghantuinya hingga ia terbebani, tidak ada support dari siapapun, sehingga usia mudanya ia habiskan hanya ke diskotik untuk membuang beban-beban pikirannya.***
“Gue kenal Yesi di diskotik”, cerita Florensia. ***
“Ya, kita masih butuh karyawan…”, sebut penerima telpon. Karen berpikir bahwa pelan-pelan ia bisa mengajak teman-temannya untuk ikut bergabung. “Mumpung lu masih muda loh…”, bujuk Florensia. Karen risih setiap hari diomeli oleh orang tuanya hanya karena ia bermalas-malasan di rumah, tidak ada pekerjaan, dan tidak ada kegiatan yang berguna.Apalagi setelah lulus sekolah, Karen juga tidak mendapatkan uang jajan lagi. Bayaran akan langsung ditransfer ke rekeningnya pada malam itu juga setelah hasil foto berhasil diseleksi.“Gimana?



















