Untuk sesaat Bram mencoba melupakan sosok wanita tersebut.***
Kereta telah tiba di Tanah Abang, Bram harus turun karena harus transit menuju kereta yang mengarah ke Bekasi. Bokep China Oy!” Tegur seorang bapak dari barisan belakang, Bram bengong melihat penampakan wanita tersebut sehingga lupa dia sedang baris untuk membeli tiket.“Eh iya pak maaf..”
“Mas, ke stasiun bekasi ya. Kali ini lebih jelas karena dia ada disebelah Bram. Wajahnya menggambarkan seorang manusia yang dipenuhi nafsu seksual yang gila. Digesek maju mundur secara perlahan penis hitam itu di belahan pantat chintya.“Mmmppphh” Chintya terlihat juga menikmati adegan itu, namun dia tidak sehebat Bram dalam menahan ekspresi wajahnya. Bentar lagi nunggu Ojek. Bahkan, chintya mencoba membuka resleting celana Bram saat itu juga.“Jangan mbak…” Bisik bram kepada chintya.Bukan berhenti, chintya malah menyandarkan tubuhnya ke tubuh Bram tanpa menghiraukan pandangan orang lain. Banyak anak-anak dan orangtuanya yang sepertinya ingin belanja di Pasar Tanah Abang atau pergi ke Kota Tua.“Sial! Untuk sesaat Bram mencoba melupakan sosok wanita tersebut.***
Kereta telah tiba di Tanah Abang, Bram harus turun karena harus transit menuju kereta yang mengarah ke Bekasi.




















