Aku kaget karena Alia tak menolakku merabai kewanitaannya. Bokep China satu-satu dong, semangat banget.”
“Semangat dong, kan kita bisa ketemu.”
“Pengin ketemu, gitu?”
“Ah elo, kaya engga tahu aja. “Hmm.. Aku dan Alia menikmati seks dengan cara ini. “Entar Mas, mau ke kamar mandi.” Dia bangkit, masuk kamar mandi dan pintunya dikunci. Alia sempat meneteskan air mata. Dengkurannya berhenti, Alia menggeliat dan membuka mata. Dadanya tak boleh disentuh. “Engga apa-apa.”
“Pakaianmu masih lengkap.”
“Sama aja kan, Mas puas juga kan?”
“Benar, barusan Mas puas sekali, tapi..”
“Engga pakai tapi,” potongnya. Aku kembali ke hotel meneruskan tidur.———-Begitulah. perlahan namun pasti, aku mulai masuk. Kalau perlu aku akan begadang malam ini. Hubungan kami begitu dekatnya sehingga diam-diam timbul sesuatu di dalam hati yang tak kami perkirakan sebelumnya. Biasanya dia menelepon sekitar jam 5. Inilah saat yang kutunggu-tunggu. di mana aku? “Emang bisa nginap di rumah elo?” katanya setelah beberapa saat hening. Ketika Aku bilang ke Alia tentang perasaan ini, ternyata dia mengalami hal yang sama. Semacam curhat. Dia duduknya “jauh” sih.Okay, Aku ke kamar mandi pura-pura mau pipis supaya bisa pindah duduk.

















