Ternyata Kak Tina tidak terpengaruh. Desi porn Aku segera
pulang. Aku? Suatu
sensasi yang aneh. nggak mungkin, nggak mungkin aku ngompol! Setelah makan, aku beristirahat di
dalam kamar. Dia suka membaca. “Emangnya..?” tanyaku heran. Sesekali aku ingin juga membaca novel lainnya, tapi Kak Tina tak
pernah mengijinkan aku menyentuh apa lagi membaca novel-novel itu. Kak Tina tidak ada di rumah. Saat itu aku mulai numpang tinggal dan hidup di
rumah Pak Rochim semenjak kelas satu SMP, dan aku tidur di sebuah kamar
kecil dengan pembantunya, seorang perempuan berusia sekitar 21 tahun. Hati-hati sekali aku tiarap di atasnya. Pak Rochim dan ibu
sangat baik kepadaku. Aku
menyumpah-nyumpah. Bukan, bukan aku yang melakukannya. Baunyapun beda, seperti bau akasia. “Mulai sekarang, hati-hati bergaul” Katanya. Malu. Aku baru
ingat, kalau Bu Rochim ada acara di Dinas Pertanian. nggak mungkin, nggak mungkin aku ngompol! Walaupun masih terhalang oleh pakaiannya.




















