Miina Minamoto Digilir Habis-habisan Oleh Sekelompok Cowok Tanpa Sensor.

Ah, lumayan segar. XXX Hindi nggak pernah ada apa-apa kan?” Aku tersenyum kepadanya.“Thanks..”
“Your welcome, Ray,” jawab gadis manis itu sebelum menghilang di balik pintu rumahnya. ahh..” kutariik-tarik kulit kemaluanku, merasakan nikmat pada ujung-ujung sarafnya. Cukup lama dan melelahkan untuk berpura-pura seperti itu. “Okay.. ah.. begitu bodohkah aku? “Nia, jalan yuk.”
“Ha? Kusentil ujungnya dengan telunjukku sambil tertawa kecil. kita..”
Nia membalikkan tubuhnya,
“Aku tahu kok.. “Ahh.. Mau kemana?”
“Curhat saja, aku pingin refreshing,” sahutku sok sedih. Apakah ini saatnya perjalananku berhenti? Nikmat! “Ray.. “Pulang, pikir dulu perbuatan kamu, baru temui aku lagi!” Huh, ya sudah, pikirku sambil beranjak keluar mengambil sepeda Federal-ku dan ngeloyor pulang. gini..” Nia tertawa melihat kegugupanku. Dalam kebingunganku, pinggul Nia terangkat menekan batang kemaluanku, membuatku sedikit mengerang. iya deh, tapi jangan berantem terus.”
Pikiranku sedikit melayang. “Ha? oohh.. kita..”
Nia membalikkan tubuhnya,
“Aku tahu kok.. Plakk! jangan, Ray..” Ahh, betapa aku merindukan setiap gadis yang merintih seperti itu di dekapanku. “Ah.. Kan belum masuk?” kudengar Nia berbisik protes. “Iya deh, jangan pulang malam-malam okay.”
“Yop.”Kuletakkan gagang telpon ketempatnya semula, mengambil celanaku dan berpakaian.

Miina Minamoto Digilir Habis-habisan Oleh Sekelompok Cowok Tanpa Sensor.

Related videos