Ulasan melodrama Main Bertiga Dengan ABG di Apart dengan fokus air mata, performa total, dan skor menghantui. Bokep China Plus: monolog berkesan. Minus: alur kontemplatif. Cocok buat mood reflektif. Mulai menonton kisahnya.
Kak Dewi saat ini bekerja disalah satu KanCab bank swasta nasional. Paha kak Dewi bergerak seolah memberi ruang agar tubuhku bergerak lebih leluasa. Aku lalu sarapan dengan diawasi oleh dua mahluk cantik yang tidak buru-buru beranjak dari meja makan. Bahkan beberapa kali ia membetulkan posisi pinggangku. Kak Dewi tak bersuara, tapi matanya menatapku, penuh keheranan dan tanda tanya, atau mungkin tatapan apa itu artinya. TV diruang tengah dimatikan, padahal biasanya kak Dewi asyik nongkrongin Bioskop Trans kesayangannya. Bibir kak Dewi awalnya diam tak bereaksi ketika bibirku berusaha melumat, tapi lama kelamaan bibir itu membalas lumatan bibirku. Lalu aku mulai menggesek-gesekan kemaluanku kepaha kak Dewi. “Tedy boleh minta apa aja, pasti kakak turutin, syaratnya satu, gak boleh bocorin rahasia !”,
“Tenang…aman !’, kataku agak bergetar. Tapi aku simpan rapat-rapat masalah yang sebenarnya. Sialan ! Kunyalakan TV, tapi hampir seluruh chanel menyebalkan, Kuis, Lawakan, Ketoprak, Sinetron Mistery, fffpuih ! Dor ! Entah apa yang tengah dilakukannya. Tiba dirumah, tatapan kak Dewi menyambutku. kunci pintu depan dibuka dari luar, lalu pintu terbuka. “Maafin Tedy ya kak !”,
“Iya anak nakal !”, katanya.




















