Aku terima saja gelasnya dan meminumnya. Bokep jepang Nanti kalau ada apa-apa gimana..” aku menimpalinya.Begitu seterusnya aku ngobrol sebentar lalu pamit undur diri. Sebaliknya Pipit juga demikian. Di dalam perjalanan kami ngobrol dan sambil bersendau gurau.“Pit.., namamu Pipit. Tak disangka, malah tangan Pipit meremas jariku. Dari dalam aku mendengar suara seperti memerintah kepada seseorang..“Pit.. Dia tersenyum..“Mas, minum dulu.. Aku tak ambil pusing lagi tangan satunya kuraih, kugenggam. Tak disangka, malah tangan Pipit meremas jariku. Pipit.. Hingga akhirnya secara tak disengaja aku kenal seorang pelanggan yang biasa menggunakan jasa angkutan barang pasar yang kebetulan aku yang mengemudikannya. Empat tahun lalu aku masih tinggal dikota B. Toh, memang ini penumpang yang terakhir. Pipit masih saja memandangku tak berkedip. Benar-benar nikmat. Nikmat sekali.. Sesekali seperti dia tahu iramanya, dia memajukan sedikit bagian bawahnya sehingga tonjolanku membentur tepat diposisi “mecky”nya.Sinyal-sinyal nafsu dan birahiku mulai memuncak ketika tanpa malu lagi Pipit menggelayutkan tangannya dipundakku memeluk, pantatnya goyang memutar, menekan sambil mendesah. Begitu masuk, Ugi yang ternyata sendirian berkata seperti pembawa pesan.“Lik Pipit, Ibu masih lama, sibuk sekali lagi masak buat tamu-tamu.




















