aahh.. Bokep China Dina tiba-tiba bangkit dan duduk di sampingku sambil tertawa.“Wah, ternyata bangun lagi Kak, apa Kakak masih siap melanjutkannya untuk ronde yg terakhir sebelum kita keluar dari wisma ini kak?” tanyanya dgn tersenyum dan nampak ia gembira melihat reaksi itu. Sebelum aku turun dari mobil tumpanganku, aku tiba-tiba gemetar dan merasa takut kalau-kalau dia lebih dahulu memperhaDinanku dan aku juga diliputi rasa was-wasa jangan-jangan dia mau menjebakku dgn membawa pasukannya atau teman laki-lakinya ke terminal serta berbagai macam dugaan yg muncul dibenakku.Mataku mulai membelalak sejak mobil belok ke kanan dan berhenti di depan loket pembayaran retribusi hingga memasuki pelataran parkir. Tp aku tetap bertekad untuk ke Makassar siapa tahu bisa jadi kenyataan, kalaupun ia permainkan aku, kuanggap hal itu sebagai pengalaman buatku.Jam 7.00 pagi sy sudah naik mobil dan berangkat meninggalkan rumah tempat tinggalku menuju kota makassar dgn alasan sama istriku bahwa ada urusan bisnis penting selama sehari di Makassar agar ia izinkan aku berangkat.




















