Kalau kamu capek, besok bolos saja.”Tomo pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. Rasa takut dan kesepian menyerang hati dan pikiranku. Bokep XNXX Aku tetap melihat perbuatan Tomo tanpa berkedip sambil berlinang air mata.Tomo masih melanjutkan permainannya bersama wanita cantik itu, dia menggerakkan pinggulnya maju dan mundur dengan sangat cepat. Celana dalamku juga akan dilepasnya.“Erriik!! Aku melihat Tomo mulai menciumi bibir wanita itu dengan penuh nafsu. Dan lagi, sekarang.. Tapi, tidak saat ini. Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku. Tapi, aku tidak bergerak sedikit pun. Tomo kembali menciumiku, kali ini dia meremas payudaraku sambil menghisapnya.“Hhh..!!”“Tidak apa-apa..kalau Tomo..tidak apa-apa.” pikirku.Aku memejamkan mataku erat-erat ketika Tomo mulai memasukkan ‘senjata’nya ke dalam diriku. Tubuh Tomo mengejang, dan cairan deras pun mengalir dari ‘liang’ku. Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Aku tidak percaya bahwa aku menyaksikan itu semua. Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku.




















