Beberapa detik kemudian kaca mobil terbuka, lalu Sava menyodorkan selembar uang seratus ribu kepadaku.“Gak usah nona,” aku tersenyum seraya menggeleng.“Tapi aku ikhlas.”“Aku juga ikhlas kok melakukan hal kecil seperti ini,” yeah sangat ikhlas Sava, andai kamu tau ada hal besar yang telah aku lakukan untukmu, tapi…..Sava masih memandangku penuh keheranan, menarik kembali uang yang tadi ingin dia berikan, “Siapa kamu ? Langsung memuntahkan air dengan jumlah yang besar ke bumi.Ada sebuah golok yang tertancap di pohon pisang, langsung aku ambil, dan memotong selembar daun pisang yang panjang dan lebar, tapi kurang cukup untuk melindungi tubuh kami dari air hujan. Bokep asia Savana yang saat ini ku lihat bukanlah Savana sebelum 13 hari yang lalu. Kemudian merayap menuju lehernya yang halus, dan kini lidahku mulai menjilat-jilati dadanya. “SAVANAAAAAAA !”“Hyaaaaaaaaa,” seluruh penonton bersorak, Sava menuntup kedua matanya, dia tersenyum sekaligus menangis.




















