Sudah tidak ada lagi rasa takut, malu, atau risih di hadapannya, malah saya merasa tidak sabar menanti permainan berikutnya. “Kamu manis sekali, Von.” bisiknya lagi, sambil melepaskan kacamata saya yang minus tujuh. XXX Hindi Pagi berikutnya, saya baru terbangun dari tidur panjang saya yang begitu nikmat. Oi, buka mata kamu, Von..!” ujar Jenny sambil masih memilin-milin puting saya. Maklum, di negeri orang, siapapun yang sebangsa dengan kita akan menjadi sahabat yang sangat baik, siapapun dia. Entah berapa lama Jenny memainkan susu saya, tapi rasanya seperti bertahun-tahun terperangkap dalam rasa nikmat. Lalu ia naik ke ranjang dan memeluk saya dari belakang. Saya pergi ke Paris bersama keluarga saya selama seminggu, lalu kembali ke London untuk menghabiskan sisa liburan di sini. Senyum yang ramah, hangat, dan bersahabat. “Berikan langsung pada mereka!” ujar Pak Smith yang masih berdiri dengan gemetaran.




















