Kemudian menyiramkannya ke arah dada Sita yang sedang memamerkan puting payudaranya.Kontan seragam di bagian depannya basah kuyup, karena air es yang tersisa masih cukup banyak, karena aku memang tidak begitu lama menunggu Sita datang.Kini tampak jelas terlihat payudara Sita yang berukkuran 34D itu, karena seragamnya yang basah seperti tercetak mengikuti bentuk tubuhnya. Aku rugi dong!”, lanjutku.“Jaminan apa. Desi porn Dan setelah itu maka Sita pun akan berlari kecil kembali. (mungkin dia mikir dulu)“Soalnya kepepet nih, buat bayar SPP, aku butuhnya sih 750 ribu, tapi kamu adanya berapa?!, ntar kalo kurang aku bisa pinjem ke temen yang lain”, sambungnya.“Nggak kok, kalo segitu aku juga ada, tapi aku minta imbalan dan jaminan lho”, jawabku memastikan.“Ntar kalo kamu gak balikin duitku gimana?! Karena memang selama ini Sita sering menginap di rumah temannya, terutama Widi yang sudah ia mereka kenal sejak kecil. Kali ini cukup lama.“OK.. Kalo gak bisa buktikan, pinjam duitnya juga batal dong!?” kataku mendesak.Aku tahu itulah senjataku yang tidak bisa dia tolak. Dan akhirnya akupun jadian dengan Widi, itupan karena dicomblangi oleh temanku yang ceweknya adalah sobatnya Widi, sampai sekarang.



















