Selingkuh di Negeri Paman Sam 01Hollywood Hills, 4 Juni 1999.Hari Jum’at ini saya harus bangun pagi-pagi, padahal belum juga saya bisa tidur nyenyak, karena saya baru saja tiba di LA hari Kamis malam dari Jakarta naik pesawat Eva Air. XXX Hindi “Lalu kenapa kamu kelihatannya cuek, ayo pelik aku, peluk tubuhku, Saya amat gerah deh malam ini pingin merasakan pelukanmu”, katanya mendesah-desah.Karuan saja jantung saya berdetak semakin kencang. “Iya benar saya ngajak kamu, dan lagi teman saya yang di Bankgok itu perempuan.”
“Ok, kalau gitu saya akan coba atur untuk bisa bareng kamu.”Setelah ngobrol cukup lama, ternyata kita berdua mulai akrab dan tidak canggung lagi. “Nikita, mau kan menemani saya keluar”, kata saya mengajaknya ke luar ruangan. sedang melihat home page temanku”, jawab saya agak terbata-bata sambil malu. “Heeeii.. Ada sih satu cowok yang deket sama saya, tapi akhir-akhir ini saya merasa lebih senang sendiri saja.”
Saya mendengarkan dan mengiyakan saja apa yang dikatakan Natasya, namun diam-diam saya tertarik akan prinsip-prinsipnya yang diutarakan dalam pembicaraan saat itu. Nggak tahan lagi menahannya, saya arahkan tangan saya ke sela-sela celana dalamnya yang berenda.




















