“Punten Dik Aceng, Fani, cape ya? Bokep Ya jembut wanita ini memang terlihat tak beraturan, lebat dan panjang. Tetapi beruntungnya aku keluarga dari pihak istriku tidak mempersoalkannya.Waktu menunjukkan pukul 5 sore, akhirnya resepsi pernikahanku selesai. Lagi2 aku mengikuti perintahnya. “lho teh… kok…”sergahku.. “Iya teh” jawabku.Akhirnya kami pun berkumpul di ruang tengah, disana telah menunggu Ibu mertuaku yg usianya kira-kira 61 tahun dan teh lilis, kakak perempuan istriku yang berusia 8 tahun diatas istriku, serta anaknya putri yg masih duduk di kelas 3 SMP, ya memang dirumah ini hanya mereka bertiga yg tinggal disini. Seperti dihipnotis, aku pun melakukan apa yg diminta teteh tanpa bicara sepatah katapun. ” enak ceng, terus.. “Iya gak apa2 sayang, pdhl minuman yg td dibuat teh lilis mulai bereaksi nih?” Jawabku. Akhirnya hari ini di usiaku yang ke 27 tahun aku menikah dengan Fani, yang telah kupacari 3 tahun lamanya. “Dapet..?? Aku pun mengganti posisiku dengan terlentang,teh lilis kini duduk di hadapanku, dia tuntun kontol ini kembali ke lubang pantatnya lagi..




















