Mereka memberiku kesempatan untuk bernafas sejenak, kemudian Urip mendorongku hingga aku kembali telungkup, kali ini menindih Soleh yang langsung mengambil kesempatan itu untuk melumat bibirku. “Oooooooohh… aaaaaaargh”, seolah tak mau kalah, aku juga mengerang panjang. Bokep Hadi yang seolah mengerti, segera mendekatiku. Jadi sebaiknya kamu jangan macam macam, apalagi sampai melaporkan hal ini ke orang lain. Soal pertemuan berikutnya, kita bisa atur lagi nanti tanggal 24 itu. Setelah memencet remote untuk menutup pintu pagar, aku masuk ke dalam rumah, langsung menuju kamarku. Dan rupanya si Urip belum puas dan ingin melanjutkan anal seks denganku. Jadi kini aku digempur 5 orang sekaligus, yang mana justru membuat gairahku naik tak karuan. Aku meronta ronta, dan berusaha menjerit, tapi yang terdengar cuma “eeemph… eeemph…”. aku semakin gelagapan, apalagi kemudian Soleh meraba dan membelai kedua pahaku. “Enak ya non? “Girnooo”, ia melongok keluar pintu dan berteriak memanggil satpam di sekolahku. Memang aku harus mengakui, aku menikmati perlakuan mereka, tapi kalau bisa aku juga ingin semua ini berakhir.




















