Dalam beberapa detik, tubuh bahenol Suminem hilang tertelan kegelapan malam.Aku menghela napas dan masuk kembali ke kamar. XXX Hindi Suaranya tersendat-sendat: “aduh mbah, nyuwun sewu, mbah, saya lingsem (malu) banget..” Wah, ini dia. Agak sakit, ditahan saja. Sambil menguap aku berdiri dari “meja kerja”ku, menuju pintu dan bermaksud menutupnya. si Suminem! Akhirnya kepalanya terkulai lemas ke kiri (sejak kami mulai main tadi, matanya terus terpejam). aku semakin bingung: “yang apa to mas? Lugu betul anak ini: “Mbah terusin ya? Nyuwun tulung mbah..” suaranya semakin rendah dan bergetar, seperti sedu sedan.Kemudian dengan cepat dan dengan suara tetap bergetar, dia bercerita bahwa ada seorang laki-laki, bernama Kasno, yang sangat ditakutinya. aku.. Kurendahkan tubuhku, kini aku telungkup di atas badannya. aku baru sadar bahwa salah satu syarat untuk menjadi dukun yang sukses bukanlah terletak pada ilmunya (yang aku nggak percaya sama sekali), tetapi pada kemampuannya untuk meyakinkan pasien.




















