Akhirnya dia turun tangan. Kupegang ujung roknya dan kunaikkan sedikit ke atas. Bokep Aku kemudian berpura-pura tidur. Dia mendesis. Dia berulangkali menggerakkan tubuhnya, seolah menikmati betul elusan tanganku di pahanya. Pelan sekali, sikuku bergerak. Ah, peduli amat.Aku kembali menutup mataku. Tapi itu dulu.Hampa kadang terasa. Kemudian menekannya. Memilin putingnya. Sungguh, ibu itu mempunyai dada yang sempurna. Hujan masih turun, rintik-rintik. Aku tidak mau membuat ia berpikir macam-macam dan kemudian menamparku.Tubuh itu diam saja. Kalau saja ….Aku memandang ke samping. Dan keras. Aku? lebih baik begitu daripada menyiksa “adikku” yang sudah tegang luar biasa.Aku tiba-tiba menghentikan elusanku dan menarik tanganku. ke dalam dan ke luar. Aku kembali mengelus pahanya. Sekali dalam seumur hidup.Aku beranjak di tengah kerumunan calo-calo untuk mencari busku. Sangat merangsang. Mungkin cupnya cuma setengah. Mei, calon istriku, kemudian menyusul ke Jakarta dan bekerja di sebuah bank di Bintaro.




















