Kubiarkan. XXX Hindi Jeanne tersenyum manis lagi (mungkin karena) melihat tampangku yang seperti orang linglung.“Okay Honey… I’m hungry too… I’ll make you something,” kata Jeanne sambil dia beranjak dari tempat tidur. Rasanya nikmat sekali. Senyap. Dia memelukku erat sekali. Jeanne terkejut dan mempererat rangkulannya pada leherku. Tenaga inilah yang disebut oleh orang India sebagai tenaga Kundalini. Titik ini yang sering disebut oleh orang Cina sebagai titik dantien atau chakra pusar oleh orang India. Dadaku memang bidang, karena aku juga menyukai olah raga panjat tebing di samping silat yang kulatih sejak kecil. Dia memelukku erat sekali. Kurasakan tubuhku merinding sekujur tubuh (bukan karena dinginnya AC, karena tubuhku terasa hangat). Kuputar-putar lidahku di daerah itu. Jeanne agak berteriak kecil saat kuusap daerah itu. Jeanne memandangku dengan pandangan mata yang membuatku gemas. Kami masih berciuman. Aku merasa seperti melayang ke ruangan yang tanpa dimensi. Kulihat sebuah tonjolan kecil di antara belahan gerbang kewanitaannya. Setiap ayunan langkahku berarti setiap tusukan batang kemaluanku hingga menyentuh cervix Jeanne.




















