Barangku perlahan-lahan ambles ke dalam rongga hangat kemaluan Yani. Pegawai perempuan di lantai ini tidak terlalu banyak. XXX Hindi Rasanya menunggu Yani, begitu nama petugas cleaning service, merampung kerjanya tidak mungkin. “ Pak ini apa kok empuk-empuk,” tanyanya. “Sini deh kalau pengen liat, yang asli,” kataku. Pagi itu aku sengaja datang setengah jam dari biasanya.Yani ketika itu juga lagi menyapu ruang kerja. Kalau misalnya aku ada affair dengan Yanti lalu terbongkar, wah malunya bukan main. Seandainya ada orang juga kencing di sebelahku juga nggak bakal bisa melihat. Payudaranya berguncang-guncang karena gerakan liar Yani.Gerakan susu yang cukup besar ini merupakan pemandangan yang sangat mempesona. “Ah bapak ….., saya malu ah,” katanya. Setiap aku sampai kantor, yang pertama aku lakukan adalah buang air kecil. “Emang Bapak gak malu,” jawabnya sambil mendekat. “Ah gak pa pa pak , nggak kelihatan kok,” katanya. Seandainya ada orang juga kencing di sebelahku juga nggak bakal bisa melihat. Aku berpikir, toh dia tidak bisa melihat karena posisinya agak dibelakangku. Yani kelihatannya penasaran sekali, sehingga dia menurut saja perintahku. Bahkan di depan pegawai lain dia bersikap wajar.




















