“Kamu seperti habis menangis, kenapa sell?” Tanyaku.Gisell terdiam sambil memandangi kaca depan mobil.“Maaf kalau aku lancang, hanya bertanya…” Tambahku khawatir ia tersinggung dengan pertanyaanku barusan.“Enggak kok, Shan. Ku bantu mengangkat pantatnya agar genjotannya semakin cepat. Bokep Kepalanya menghadap ke jendela, matanya terpejam, namun kata-kata tersebut tidak bisa ia tahan untuk tidak diutarakan.“Baru kali ini aku main selama ini, dan seenak ini. Itu pun gak tau masih serumah atau udah pisah…” Jawabnya sedikit kesal.Aku pun tidak berani untuk banyak bertanya.Setelah pintu gerbang yang bisa dibuka otomatis dengan remote dari dalam tas Gisell terbuka, mobilku pun ku masukan lalu parkir di depan pintu masuk rumahnya.Rumah bergaya minimalis, dua lantai dengan cat berwarna putih terlihat suram tanpa penghuni, kebun kecil di depannya pun kurang terawat karena banyak tanaman yang mati dan layu.“Akhirnya sampai…” Ucapku sambil menarik rem mobilku.“Iya nih. Tangannya mencengkram perutku, kepalanya mengadah ke atas dengan mulut terbuka lebar seakan udara tak mampu mengisi otaknya yang saat ini sedang diburu nafsu birahi.“Arrrgghhhh, enak banget sih kontol kamu, Shan. Kakinya begitu jenjang dan indah, suka sekali aku menatapnya berlama-lama.Ku usapkan tanganku




















