“Namanya Ananda aprilia putri, yang mempunyai hobby dengerin musik juga” sahut Dina lagi. Perlahan aku mulai menyanyikan lagu lembut yang pernah dibawakan oleh Rod stewart” Have I told you lately”. XXX Hindi “Baik Om.. Sejujurnya aku memang mengagumi pesona Ananda yang kayaknya bakal jadi bunga kampus nantinya. “Selamat malam Om, Tante dan juga Ananda” tegurku sopan. Pandanganku beradu dengan pandangan Ananda yang sedang serius menatapku dari mejanya, ketika di awal lagu sambil tersenyum aku memandangnya lembut. Ketika waktu menunjukan pukul 23.30 aku mengatakan kepada Ananda. “Sudah lama aku mendambakan kamu Ananda” bisikku mesra di telinganya. Bibirnya sensual dan selalu basah alami tanpa olesan lipstik. Setelah kepergian Papa dan Mamanya, kembali kita melanjuntukan obrolan yang tertunda sesaat. Ketika selesai acara, aku pamit kepada teman-teman band, kalau aku ingin menemui Ananda dan kedua orang tuanya. Sesampainya di meja Ananda, dan ngobrol sesaat, kedua orang tuanya berpamitan ingin pulang karena sudah mulai di hinggapi rasa kantuk. “Diet kenapa diam?” tanya Ananda membuyarkan lamunanku. Pandanganku beradu dengan pandangan Ananda yang sedang serius menatapku dari mejanya, ketika di awal lagu sambil tersenyum aku memandangnya




















