Tempat tidurku terdengar berderak. Desi XXX Kelihatannya dia lega aku tak memergokinya. Mataku kupejamkan, berpura-pura seperti orang tidur. Ternyata yang melakukannya pacar Kak Tina, seorang tukang becak yang sering mengantarnya kalau pergi pasar. Mataku kupejamkan, berpura-pura seperti orang tidur. Membaca halaman itu. Karena selalu mengisi bak mandi, badanku jadi berisi.Kak Tina selalu membangunkan aku setelah dia memasak air. “Sana, Urus sapi”, Usirnya kepadaku. Jantungku berdebar kencang. Hati-hati sekali aku tiarap di atasnya. Jantungku berdebar-debar. Kak Tina hamil dua bulan. Yang kulihat di sana sungguh luar biasa, dan tak akan pernah kulupakan. Untung sisanya telah mengering. Karena dia tidak pernah menyinggung hal itu, aku biarkan saja.Sampai satu hari kudapati Kak Tina muntah-muntah di kamar mandi. Aku terus membacanya, jakunku yang mulai tumbuh bergerak-gerak menelan ludah. Ceritanya benar-benar vulgar. Seerr, darahku semakin berdesir. Benda lembut sebesar apel itu terasa lebih hangat.Kejantananku menegang. Kabar yang dibawanya dari dokter membuat seisi rumah tersentak. Tanpa sadar tanganku menggosok bagian kelaminku.




















