Aku coba untuk menuruti keinginannya tanpa ada perasaan apa-apa karena polos.“Ke kamarku, yuk..”, bisik Lidya mengajak. Bokep Namun Lidya malah menaruh hati padaku.Sedangkan aku sendiri sama sekali tak peduli, tetap menganggapnya hanya kawan biasa saja. Keharuman yg tersebar dari badannya tak membuatku bergeming.Lidya mengambil tanganku dan menggenggamnya. diberi sama Mas Herlambang”, sahutku bangga. Tante Amanda dan Oom Joko juga berpakaian seperti mau pesta. “Iya, Tante”, sahutku.Dan memang tepat jam tujuh malam aku datang ke rumah Lidya. “Aku mencintaimu”, sahut Lidya agak ditekan nada suaranya. Karena pemberiannya itu aku jadi menyukai Mas Herlambang.Padahal tadinya aku benci sekali, karena menganggap Mas Herlambang telah merebut Mbak Indira dan sisiku. “Siapa namanya?” tanya Tante Amanda lagi. Lalu dia menuntun dan membawanya ke pembaringan. Meskipun malam itu Lidya mengenakan rok yg panjang, namun belahannya hampir sampai ke pinggul. Dan dia semakin aktif merangsang gairahku. Dia menarik tanganku dan menaruh di atas pahanya yg tersingkap Cukup lebar. “Ke rumah..?”, tanyaku memastikan. Karena sikap dan tingkah laku sehari-hariku masih, dan aku belum bisa bersikap atau berpikir secara dewasa.Tanpa diduga sama sekali, aku bertemu dgn Lidya.




















