Memasuki rumah kost, yang pertama kucari adalah motor pak evi, meskipun aku tahu dia biasa kerja pagi tapi aku harus memastikan. XXX Hindi “kalo mau bukan cuma pemandangan yang bisa dinikmati, barangnya juga bisa kok” “yee…. “ godaku. Aku tak beranjak jauh dari pintu belakang kamarku dan sengaja kubuka sedikit sehingga masih bias mengintip kea rah pintu belakang mbak Diah. “
“ya … biasanya sabtu dianterin sama pak evi, minggu dijemput lagi”“ngerti deh” kataku sambil mengejapkan mata, dan mbak diah pun tersenyum malu.“ntar malam mas Anto shift malam lagi gak?” tanyaku
“iya… knapa? “kalo mau bukan cuma pemandangan yang bisa dinikmati, barangnya juga bisa kok” “yee…. “masuk sini, nanti diliat orang” katanya. Begitupula bu evi. “di, aku pingin liat barangmu” bisiknya disela sela pergumulan kami. Dan aku juga sudah mentyiapkan alasan jika hal yang tidak diinginkan terjadi. iyalah, masak nggak” aku udah kepalang menjawab Bu evi memperhatikan sekeliling. Aku merasa penisku panas dan terasa laharku sebentar lagi akan menyembur. Aku nggak mau dipaksa paksa ya..” “ya mbak, saya setuju” Dengan demikian mulailah petualangan baru dengan bu evi hari itu.



















