“Bawa ke atas aja wok daridapa main di lantai”, bilangnya sambil beranjak ke ranjang bawah dan mulai menyimpulkan sebuah tali juga.Komandan akhirnya menghampiri wok dan lalu mereka berdua membopong tubuh Merry yang meronta ronta ke atas ranjang. Dengan nakal dia memperlihatkan bulu elang itu pada Merry, sambil digerak gerakkan. Desi XXX Tak berapa lama kemudian Merry dah masuk mengikuti aku ke kamar tidur.Bau wangi harum tubuhnya sangat menggairahkan malam itu. Setelah keluar dari mobil dan masuk ke dalam ruang tengah, Merry nampak segera bergegas ke kamar untuk berganti pakaian, sementara aku menghenyakkan tubuhku ke sofa dan menonton acara komedi yang ada tiap hari itu, cukup menghibur juga. Dengan tak diduga wok kembali memungut pena bulu elang itu. Sementara aku juga masih teringat jelas kejadian itu, teringat dengan Wok..orang yang paling kubenci dan aku mendendam sekali sama dia.Laporan ke Polisi sama sekali kuacuhkan, aku malah mengumpulkan para anak buah kepercayaanku, tanpa bercerita aku minta mereka mencari keberadaan Wok. Tangan nya mulai dengan meraba raba perut Merry yang datar itu, mengelus elus pinggang dan pusarnya, membuat Merry hanya bisa memalingkan wajahnya




















