Maka aku diantar oleh kedua orangtuaku dan keempat adik-adikku menempati kos baru. Bokep Refleks juga genggamannya di kontolku mengencang, tapi dia tidak memejamkan matanya. Baju seragam Lasmi bagian depan sudah awut-awutan padahal ini adalah hari senin.“Hhh….”
“Hhhh…hhh…”Hanya desah napas kami yang terdengar. Ketika dia melihatku dia tersenyum lalu melambai supaya aku mendekat. Itu juga aku belum tahu.Hari-hari berlalu, aku sudah mulai terbiasa dengan lingkunganku yang baru, aku sering keluar dengan teman-temanku yang baru. Lasmi tersenyum saat aku memandang tubuhnya,“Hasil karyamu pah,” seraya memakai kembali behanya. Sendi-sendinya serasa mau lepas, napasnya tersengal-sengal. Sebelum jam 1 aku sudah kembali, aku longokkan kepalaku tampak Lasmi sedang mengerjakan PR-nya. Semuanya berjumlah 10 kamar.Aku sendiri berada di kamar terakhir di bagian letter L-nya. Refleks tangan kirinya merengkuh tengkukku, menarik lembut kepalaku dan tangan kirinya bertopang pada tepian daun jendela.Dalam suasana gelap, pelan aku turunkan telapak tangan kananku dan meraih gundukan payudaran sebelah kirinya.“Ah..!”Lasmi melenguh lirih dan terkejut, menepis pelan tanganku.“Sudah malam, besok yah?” Bisiknya lirih, memberiku satu kecupan dan menutup daun jendela.




















