Itu saja. Kami keluar di jalan Sunda terus menuju Thamrin. Video Bokep “Den ditunggu non Felly, katanya aden disuruh masuk.”
“Iya Bik.”Aku merapihkan pakaianku, berjalan mengikuti bibik tua itu ke dalam. “Telepon Pak Ricky, dari Felly.”
Shit..! Hanya beberapa kalimat “Black Label double” pernah kuucapkan sebagai komunikasi nyata antara aku dengannya.Malam itu malam minggu. Kulihat Oghe begitu menikmati tugasnya sebagai bartender. Tanpa perhitungan.”
Senyumku berubah kecut. Keterlambatanku dengan selalu menyalahkan kapitalis-kapitalis rakus itu, dimaafkannya dengan mudah. Pernah dengan setianya menemaniku beberapa tahun. Dengan janji kami jalan bareng lagi. Penisku hanya kuselipkan di antara celana dalamnya. Tanpa perhitungan.”
Senyumku berubah kecut. Yang jelas semenit kemudian ia telah kembali dan berusaha merangkulku. “Bilang aku sedang keluar kantor,” balasku di interkom, “Kamu ke sini sekarang, jangan lupa kunci pintu kalau masuk.”
“Ah, Bapak.”Indri sekretaris terbaik yang kumiliki. Sampai-sampai sempat aku berpacaran dengan 2 wanita lain sekaligus ketika aku berpacaran dengannya. Aku merasa benar-benar mencintainya. Aku bukan remaja frustasi yang melarikan diri ke dalam alkohol.




















