Codi Vore fully embraces everything about what it means to explore your sexuality. When she first discovered pornography through a university roommate, it opened up the world in ways she never thought possible. Video Bokep Although she’s been in the industry now for six years, she wholeheartedly told us during our interview that she’s still learning about her sexuality every step of the way. When it comes to what drives her libido, Codi explained that a lot of it has to do with some element of fetish. In fact, she didn’t even realize that she could be attracted to women until exploring one such fetish, which was a powerful and emotional moment for her. You could hear her voice breaking as she explained the profound impact it had on her life and sexuality going forward, and that moment really stuck with me. The entire interview was enlightening, especially when Codi shared more of her thoughts on female sexuality and the many misconceptions surrounding it. She shared her thoughts on female orgasms, pain around vaginal penetration, and shame attached to exploring and owning one’s sexuality. She was even open about how birth control can affect libido and how it affects HERS, which was truly humbling. But after the emotional ups and downs of the interview, Codi was finally ready to show us how she celebrates her bodily autonomy and sexuality. And now we’re going to share that celebration with you!
Jangan!”Kalau memang dia tidak mau, pasti kami berdua tidak akan sampai ke kamar ini. Akhirnya dia pindah kos dan aku kehilangan jejak. Daripada saya ladenin, nanti jadi makin rame saya tinggal pulang aja ke kantor. Janda tidak, bersuamipun tidak juga. Aku nggak tahan lagi. Ia tersenyum kemudian menciumku dan merebahkan kepalanya di dadaku. Lemas sekali bibirnya sehingga terasa kenikmatan mulai menjalar, meskipun ia belum membalas ciumanku. Nanti kita akan mulai lagi dengan santai dan saling menunggu sehingga bisa mencapai klimaks bersama-sama. Padahal aku berhubungan dengan suaminya hanya sebatas urusan pekerjaan,” katanya. Tangannya membimbing meriamku memasuki guanya. Kuperiksa sebentar kelengkapannya. Kita tidak usah tidur sampai pagi supaya dahagaku terpuaskan”.Akhirnya sisa malam kami lalui dengan berpelukan. Tidak lama kemudian ada seorang wanita lagi yang datang dan mendekatinya. Pantatnya sedikit disorongkan ke depan dan perlahan lahan meriamku masuk, sampai.. Ia tersenyum kemudian menciumku dan merebahkan kepalanya di dadaku. Kuperiksa sebentar kelengkapannya. Ohh barengan yah.”Akhirnya kutumpahkan spermaku di dalam guanya. Tapi dengan Titin meskipun dia jauh lebih pendek dariku ternyata aku bisa melakukannya.“Sorry Tin.





















