“Karaoke?”, tanyaku.“*****asyik bro..”, jawabnya. Melihat itu aku sedikit prihatin.Apa boleh buat, aku masih punya kesempatan yang lain, Minoru berjanji akan menemaniku lagi lain hari, lagian aku juga merekam semua aksi ini, akan menjadi sebuah ancaman jika Minoru tidak memenuhi janjinya.“Ya sudah…”, kataku lalu mencabut kontolku. XXX Hindi Minoru sedikit menahan bibirnya agar tidak terbuka, tapi lidahki dengan cepat bermain hingga bibir manisnya itu bisa kunikmati.Lalu aku pun menghiasi ciumanku itu dengan sedikit tambahan seperti meludahi bibirnya, kupaksa masuk agar Minoru menelan semua air ludahku. Selangkannyapun ku sorot, Minoru malu-malu dan menutupi dengan tangannya.“Woi, lu mau aku potong tangan lu itu?!!”, ancam Zenit agar Minoru membuka tangannya sehingga tubuh indahnya bisa kusorot dengan jelas.Minoru akhirnya menuruti kemauan Zenit, dia masih dipaksa untuk terus menari, sambil menangis iapun terus-terusan dicambuk hingga lagu AKB48 diputar beberapa kali.Aku merasakan gejolak nafsuku, kontolku sudah mengeras memandangi tubuh Minoru yang menari dengan telanjang.Ku letakkan handycam kembali ke meja dan ku arahkan ke arah Minoru.




















