“Gini lho Aryo, ‘ntar malam Mama ke Palembang sama Papa kamu. Desi porn Aku dan Aryo mengantarnya hingga ke Stasiun Tugu. Sepertinya karena aku makan sambel tadi sore, pikirku. “Eh, Mas Den, tadi temen Mas nelpon, namanya Reza.”
“Oh ya? Sepertinya dia menikmati filmnya, pikirku. “Ada apaan nih Ma? “Deni, kamu ngapain?” terdengar suara Tante Ida, ibu kost-ku, “Tidur ya?”
“Oh, enggak kok Tante”, jawabku sambil membuka pintu kamar. lumayan juga Den, mau dong semalem”, bisik Reza. Kulepaskan sesaat kulumanku pada kemaluannya.“Aryo, Mas Deni mau keluar nih!” kataku. Kamu nyesel?” tanyaku. Trus, kamu nggak boleh ikut soalnya kamu nggak libur.”
“Ooo soal itu”, kata Aryo. “Aneh banget nih posisinya?” kataku meledek mereka. “Oke, makasih. “Nggak pa-pa nih? Ngg.. “Iya nih, salah ngambil tadi.”, jawabku sekenanya. “Bukan, ah kamu ini, Den. “Eh DJ, aku mo dipinjemin yang mana nih?” tanyaku.




















