Si Kumis berjalan dengan cepat masuk ke dalam ruangan tertutup di pojok lorong tak jauh dari WC.Ruangan yang tak lebih dari 3 x 3 meter itu sangat terang dan seluruh temboknya dilapisi cermin setinggi 2 meter dari lantainya. Belum sempat kaget, aku mendengar Sherly menjerit kecil. XXX Hindi Pria yang memiliki brewok lebat menutup pintu lalu menguncinya.Kami berdua berdiri terpaku di hadapan mereka bertiga. Si Kumis kembali memandangi Sherly dan kali ini pandangannya terkonsentrasi ke arah payudara istriku.Hampir semenit penuh ia memandangi tubuh Sherly. Aku mulai melepaskan pakaianku dari sweater, kemeja, kaos dan celana panjang. Si Tegap melakukan hal yang sama pula terhadap Sherly.Si Brewok yang berdiri di belakangku, meraba-raba bagian tubuhku yang ditutupi oleh celana dalamku, mencari-cari sesuatu untuk ditemukan. Bagaimana mungkin ludah si Kumis dapat membasahi sepanjang jari-jarinya itu, pikirku. Namun bukan aku yang mencegah perbuatan si Kumis, si Tegap dibantu oleh si Brewok menahan tubuhku untuk tetap berdiri di tempat.Aku meneriaki si Kumis untuk menghentikan perbuatannya. Setelah beberapa saat, aku menanyakan padanya apakah ia terangsang saat itu.Mendengar pertanyaan itu, Sherly langsung mencak-mencak dan mengambek.




















