. Desi XXX berderu menjadi satu irama tak teratur, kami lepas kontrol merasakan dalam kenikmatan bersenggama, seperti tenggelam dalam bawah sadar suasana rindu dan nafsu yang menyatu.Sesekali kami menundukkan kepala rendah rendah .. ssayang..” bisikku lirih.. “yakin sayang? nggak sayang diluar aja” tolakku.. hahay~5menit kemudian pesananan minuman kami datang, hujan semakin deras dan tak disangka-sangka bilik tempat kami beristirahat bocor gentengnya *sedih*. Tapi siapa pikir?! Hari itu yang kami tau kami seperti terlelap dalam kenikmatan dalam derasnya hujan tanpa mengindahkan keadaan bilik sekitar kami. “kenapa sayang? masukin lagi makin dalem . Awalnya sih ga ada pikiran buat berhenti di warles satu ini. Tapi siapa pikir?! sayanghh.. kamu takut pengen ml?” tanyanya basa-basi, aku yakin sekali dia memang sengaja membuatku bernafsu dia tau benar caranya memancing nafsuku dalam waktu singkat, wajar saja sudah 3tahun lebih aku dan dia saling memuaskan 1 sama lain.“enggak sayang, nggak pengen kok” jawabku pura-pura, padahal ahh… aliran darahku memuncak birahiku terpusat pada jari-jari nakalnya.




















