Maunya sih tidur lagi, tapi kantukku sudah hilang dan tidak bisa tidur lagi, mungkin gara-gara kemarin aku tidur terlalu awal, kira-kira setengah delapan malam.Ini adalah hari kedua aku sendirian di rumah, ortu ku selalu sibuk, Papaku sibuk ngurus bisnis di Malaysia ditemani mamaku yang kebetulan juga mau berobat di sana, sedangkan pembantuku satu-satunya juga sedang pulang kampung sejak 5 hari yang lalu karena saudaranya meninggal. Desi XXX “Tuh Bang, udah penuh gitu, tolong yah!” lanjutku sambil menunjuk pada tong sampah biru besar di dapur.Si Abang tukang sampah mengangkat tong besar itu, sedangkan aku menumpuk beberapa dus bekas makanan dan menampungnya di tanganku.“Bang, Bang, bentar dong, ini masih ada yang mau dimasukin, upss!!” dengan sengaja aku melonggarkan tanganku sehingga dus-dus itu terjatuh semua. Kebetulan tong sampah di dapur memang sudah penuh sesak, soalnya sejak mama pergi belum ada yang membereskannya.“Bang, Bang, tolongin saya bisa gak, kan pembantu saya lagi gak ada, jadi sudah dua hari tuh sampah numpuk di dapur, bantu saya beresin dong yah, ntar saya kasih duit rokok deh!” pintaku dengan nada manja.




















